Tampilkan postingan dengan label MKELASXI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MKELASXI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

SOAL DAN PEMBAHASAN



LARUTAN
1.    Apa yang dimaksud dengan:
       a.     larutan elektrolit?
       b.    larutan nonelektrolit?
       Pembahasan:
       Yang dimaksud dengan:
a.         larutan elektrolit yaitu larutan yang dapat menghantar listrik.
b.         larutan nonelektrolit yaitu larutan yang tidak dapat menghantar listrik.
2.    Bagaimanakah cara menentukan apakah suatu larutan tergolong elektrolit atau nonelektrolit? Jelaskan!
       Pembahasan:
       Untuk menentukan apakah suatu larutan tergolong elektrolit atau nonelektrolit, maka kita harus mengetahui apakah larutan tersebut dapat menghantar listrik atau tidak. Hantaran listrik melalui larutan dapat diketahui dengan menggunakan alat penguji elektrolit seperti gambar berikut:
       Adanya aliran listrik melalui larutan ditandai oleh menyalanya lampu pijar pada rangkaian itu dan/atau adanya suatu perubahan (misalnya timbul gelembung) pada salah satu atau kedua elektrodenya. Jika hal ini terjadi pada suatu larutan, maka larutan tersebut tergolong elektrolit*. Namun, jika tidak demikian, maka larutan tersebut tergolong nonelektrolit.


3.    Sebutkan tiga contoh larutan elektrolit dan tiga contoh larutan nonelektrolit dalam kehidupan sehari-hari!
       Pembahasan:
Tiga Contoh dalam Kehidupan Sehari-Hari
Larutan Elektrolit
Larutan Nonelektrolit
a. Larutan garam dapur
a. Larutan urea
b. Larutan asam cuka
b. Larutan gula
c. Larutan pemutih (Ca(OCl)2) 
c. Larutan etanol
4.    Mengapa larutan elektrolit dapat menghantar listrik, sedangkan larutan nonelektrolit tidak?
       Pembahasan:
       Karena larutan dari zat elektrolit mengandung ion-ion yang bergerak bebas (Teori Arrhenius, red). Ion-ion itulah yang menghantar listrik melalui larutan.
       Contohnya:     NaCl(g) → Na+(aq) + Cl–(aq)
                               NaOH(s) → Na+(aq) + OH–(aq)
                               CH3COOH(l) → CH3COO–(aq) + H+(aq)
       Adapun zat nonelektrolit dalam larutan tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap berupa molekul sehingga tidak dapat menghantar listrik.
       Contohnya:     C2H5OH(l) → C2H5OH(aq)
                               CO(NH2)2(s) → CO(NH2)2(aq)
5.    Apakah semua senyawa kovalen bersifat elektrolit? Jelaskan!
       Pembahasan:
       Tidak semua senyawa kovalen bersifat elektrolit.
       Senyawa kovalen ada yang bersifat elektrolit (kuat, lemah) dan nonelektrolit. Senyawa kovalen terdiri dari molekul-molekul yang bersifat netral dan tidak dapat menghantar listrik dalam bentuk murninya. Namun sebagaimana yang kita ketahui, sebagian molekul bersifat polar (misalnya molekul air, HCl, dan CH3COOH), sedangkan sebagian lain bersifat nonpolar (misalnya CH4).
       Polar:          Pada senyawa kovalen polar, terdapat perbedaan keelektronegatifan antara dua atom yang membentuk molekul dwikutub. Misalnya HCl, jika zat dengan molekul polar ini dilarutkan dalam air, maka zat tersebut akan mengalami ionisasi sehingga larutannya dapat menghantar listrik. Hal itu terjadi karena antarmolekul polar (yaitu air dan HCl) terdapat suatu gaya tarik-menarik yang dapat memutuskan ikatan-ikatan tertentu dalam molekul tersebut. Dalam hal ini, ikatan yang putus adalah ikatan antara H dan Cl. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: HCl(l) + H2O(l) → H3O+(aq) + Cl–(aq).
                          Rumus H3O+ hanyalah suatu cara untuk menunjukkan bahwa ion H+ terikat oleh molekul air. Untuk menyederhanakan, ion H3O+ sering ditulis sebagai ion H+. Oleh karena itu, reaksi ionisasi HCl biasa dituliskan sebagai berikut: HCl(aq) → H+(aq) + Cl–(aq).
                          Hal yang sama juga terjadi pada CH3COOH, dimana jika dilarutkan dalam air, maka ikatan antara O dan H akan putus. Namun yang membedakannya dengan HCl adalah bahwa hanya sebagian kecil molekulnya yang larut dalam air sehingga jumlah ion di dalam larutannya sedikit. Karena itulah CH3COOH tergolong sebagai elektrolit lemah dan HCl tergolong sebagai elektrolit kuat. Meskipun demikian, tidak semua molekul polar dapat mengalami ionisasi dalam air. Contohnya adalah CHCl3.
       Nonpolar:   Molekul nonpolar, sebagaimana dapat diduga, tidak ada yang bersifat elektrolit. Hal ini karena atom-atom yang saling berikatan tidak menyebabkan adanya pemisahan muatan sehingga dipol tidak terbentuk (keelektronegatifan saling meniadakan).
Kesimpulannya adalah:
a.    Tidak semua senyawa kovalen bersifat elektrolit.
b.    Tidak semua senyawa kovalen polar bersifat elektrolit.
c.    Semua senyawa kovalen nonpolar pasti bersifat nonelektrolit.